Portal Majelis Ta'lim Ulul Albab

Sunday
May 20th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Update MTUA Artikel Sang Pemimpi

Sang Pemimpi

E-mail Print PDF

Sang Pemimpi

 

Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam dirinya, aku menyebut namanya pada sisi-Ku

Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih banyak dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan melakukan amal shaleh atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya sehasta.

Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat (lari)”.

(HR. Bukhari: 8/171 dan Muslim: 4/2061 )

Sahabat,

"Apa mimpi yang ingin kita raih dalam hidup ini? Apa obsesi yang begitu menyibukkan kita dalam hidup ini?

Sahabat,

coba kita sisihkan waktu kita sebentar untuk menanyakan kepada diri kita tentang apakah obsesi kita kedepan , atau sepulang kerja nanti coba kita tanyakan kepada anak kecil yang ada di rumah apakah cita-cita kamu sayang ? , jika kita kesulitan menjawab apa obsesi kita karena banyak alasan atau ketika anak kecil dirumah dengan lincahnya menjawab ingin jadi Justin Bieber atau Briptu Norman , hemm barang kali ada yang salah  dengan kita.

Sahabat,

Masih ingat dengan tokoh Ikal kecil dalam Film Laskar Pelangi yang mendapat kotak kenang-kenangan bergambar Menara Eiffel ( menara terkenal di Paris) dari A Ling tokoh wanita pujaannya , karena gambar itu Ikal kecil bermimpi untuk pergi ke Paris , mimpi itu membuat Ikal kecil termotivasi pergi ke Paris, dan singkat cerita Ikal dewasa dapat pergi Paris untuk melanjutkan study yang didapat dari program beasiswa.

Masih dalam kisah yang sama Laskar Pelangi, namun hal ini tidak ada dalam epesode Filmnya tetapi ada dalam salah satu narasi dalam buku karangan Andre Hirata yang cukup terkenal tersebut, bagaimana seorang guru yang bernama Ibu Muslimah mendapati murid-muridnya yang kelak dia juluki Laskar Pelangi mengeluh disaat hujan sedangkan kelas mereka yang sudah tidak layak di sebut kelas namun seperti kandang kambing dan juga bocor secara manusiawi hal itu menyusahkan mereka dan membuat semangat mereka untuk belajar mengendur, bersama dengan itu ibu guru Muslimah mengambil buku sejarah yang ditulis dalam behasa belanda tetapi telah translate dalam bahasa indonesia, dan dibacakan kepada murid-muridnya, didalam buku itu dikisahkan bagaimana sulitnya Soekarno di penjara yang sempit namun beliau tetap belajar dan setelah itu banyak orang mengenal Soekarno sebagai salah satu orang yang berpengaruh di Indonesia bahkan dunia. Dari kisah ini ibu Muslimah berhasil meyakinkan dan perperan mengeluarkan pola fikir mengeluh menjadi orang-orang yang yakin , percaya diri dan menjadi murid yang sukses kelak , ( dalam kisah buku tersebut).

 

Sahabat,
Kita semua sadar , kita hidup di jaman fitnah merajalela , kita hidup di jaman yang penuh kelemahan, pengaruh televisi hegemoni youtobe , facebook dan media lainnya yang begitu bertubi-tubi. Wajar bila obsesi serta mimpi kita pun menjadi rendah, bertujuan pendek/instan , hanya ingin menjadi artis atau publik figur lainnya yang tidak lain hanya figur yang lihai dalam sandiwara tangis dan tawa , pandai bersilat lidah dan lain sebagainya. Mungkin kita semua sama dalam hal ini. Sebabnya pastilah banyak, tapi setidaknya ada sebab penting yang harus kita sadari. Salah satunya sangat minim atau tidak adanya "contoh ideal" yang hidup diantara kita. Termasuk contoh dari para orang tua kita diperparah lagi setelah kita menjadi orang tua kitapun memberi contoh yang tidak lebih baik kepada anak-anak kita,

Sangat minim atau tidak adanya figur atau contoh itu, mau tidak mau turut menciptakan lemahnya motivasi kita dan keturunan kita untuk memiliki cita-cita atau keinginan yang tinggi. Seperti yang di alami sekarang ini.


Namun demikian jika kita perhatikan
bagaimana kondisi orang-orang yang memiliki mimpi-mimpi besar baik itu orang disekeling kita , tetangga , atasan atau tokoh-tokoh yang kita baca dalam sejarah. Barangkali kondisi mereka bisa mendorong dan menumbangkan penghalang mimpi yang kini sedang mengepung kita dan keturunan kita. Barangkali keadaan mereka bisa mengeluarkan kita dari mimpi kecil menjadi mimpi besar. Barangkali peran-peran mereka bisa menjadikan kita memiliki peran-peran yang lebih luas dari sekarang, seperti kisah kecil dari cerita Laskar Pelangi diatas.

Coba simak juga sirah Hindun binti Utbah Ummu Mu'awiyah bin Abi Sufyan, ibu dari sahabat Rosulullah Muawiyah bin Abi Sufyan.suatu ketika, saat ia berada di Mina bersama puteranya Mu'awiyah yang baru saja tersandung batu dan terjatuh di atas tanah. Hindun berkata pada anaknya, Mu'awiyah, "Bangunlah, bila engkau bisa bangkit maka engkau akan ditinggikan derajatnya oleh Allah." Seorang yang mendengarkan perkataan ini bertanya, "Mengapa engkau mengatakan seperti itu? Hindun menjawab ”Saya yakin bahwa dia (Mu'awiyah) akan memimpin kaumnya. Allah tidak meninggikan kedudukannya kecuali bila ia memimpin bangsa Arab semuanya."

Ini episode kecil tentang bagaimana mimpi besar seorang ibu. Ia ingin anaknya menjadi pemimpin bangsa Arab semuanya. Dan mimpi itulah yang hadir di pelupuk matanya, dan mimpi itulah yang menjadi panduannya sehari-hari dalam mendidik anaknya. Ia terus menanamkan mimpi itu pada anaknya, dan meyakinkannya. Ia kondisikan keadaannya untuk mencapai mimpi itu. Ia beri asupan apa yang bisa membekalinya mewujudkan mimpinya. Hingga akhirnya, Mu'awiyah memang menjadi khalifah pertama dari khilafa daulah umawiyah. Mu'awiyah memimpin bangsa Arab sekaligus umat Islam selama kurang lebih 20 tahun yakni tahun 661 H – 680 H.

Kisah lain tentang ibu dari DR. Ahmed Zewail, yang juga memiliki mimpi besar. Sejak Ahmed masih kecil, sang ibu sudah menuliskan di pintu kamar Ahmad sebuah kalimat "Kamar DR. Ahmed Zewail." Apa yang dituliskannya itu, tak lain merupakan saluran keinginan atau mimpi yang ada dalam diri sang ibu. Dan tampaknya, pesan itu telah sampai dalam diri anaknya. Ahmed Zewail meraih penghargaan Nobel bidang Kimia tahun 1999, dan menjadi salah satu ilmuwan besar dunia. Zewail sendiri mengakui pengaruh motivasi dan mimpi ibunya itu pada dirinya. Tentu bukan hal mudah bagi seorang ibu untuk bisa mewujudkan mimpi besar itu pada Zewail. Karena hari-hari merawat, mendidik dan membesarkan Zewail-lah yang juga menjadi kunci keberhasilan Zewail.


Masih kisah lain, tentang bagaimana seorang ibu dari Syaikh Abdurrahman As-Sudais yang kini menjadi Imam Masjidil Haram. Bagaimana sang ibu menanamkan dan mengarahkan mimpi besarnya itu kepada anaknya. Bagaimana sang ibu dalam hari demi hari bersama As-Sudais kecil itu mengingatkannya untuk bisa mencapai mimpinya? Ibunya sering mengingatkan, "Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram..." "Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam masjidil haram..." Wahai Abdurrahman, jangan malas menghafal kembali hafalan harianmu, bagaimana kamu bisa menjadi Imam Masjidil Haram bila kamu malas? Akhirnya, Syaikh Abdurrahman As-Sudais kini menjadi imam Masjidil Haram. Dan menjadi salah satu ulama besar yang disegani di dunia Islam.

Kisah yang tak kalah terkenal adalah kisah seorang ayah yang bernama Sultan Murad, Ayah dari Muhammad Al-Fatih yang menanamkan kepada Muhammad Al-Fatih untuk menjadi pemimpin penggantinya sejak belum baligh bukan hanya itu, beliau sebagai orang tua mencarikan seorang guru yang menurutnya terbaik untuk anaknya yaitu Syaikh Aaq Syamsuddin Seorang Guru yang memperkenalkan hadist yang sangat popular kepada Muhammad Al-Fatih

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Panglima yang menaklukkannya adalah sebaik-baik panglima dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Setelah itu Aaq Syamsuddin selalu mengatakan di setiap pengajarannya kepada Muhammad Al-Fatih di dekat benteng Konstantin , ” ITU BENTENGNYA( sambil menunjuk kearah Benteng Konstantine ) DAN KAU PANGLIMANYA ( menunjuk kearah muridnya Muhammad Al-Fatih)  ” kata-kata itu setiap hari dikatakan oleh sang Guru ( Aaq Syamsuddin ) pada muridnya ( Muhammad Al-Fatih ),

Sahabat,

Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 6 April – 29 Mei 1453M Muhammad Al-Fatih anak dari Sultan Murad dan murid dari Aaq Syamsuddin adalah panglima yang menaklukkan Benteng Konstantine, Benteng yang sejak kekhalifahan Muawiyah berusaha untuk ditaklukkan.

Sahabat

Mungkin masih teringat dengan salah satu pesan dari mantan direksi PT Rekind yang pada saat pidoto perpisahan berkata “ harapan adalah doa”  beliau berharap pemimpin rekind penggantinya ádalah pemimpin di usia tertentu, pemimpin yang memasuki usia kematangan dalam emosional dan masih enerjik dalam bertindak, mungkin saja dalam benaknya berharap pemimpin kreterianya dalam usia dapat melanjutkan perusahaan semakin sukses dan tetap bertahan pada saat perusahaan menghadapi cobaan , wallahulam.

Sahabat

Harapan beliau alhamdulillah menjadi kenyataan paling tidak itulah pengakuan beliau dalam pidato perpisahan tersebut.

Sahabat,

Cerita-cerita diatas adalah penggalan cerita yang bisa jadi sebagian dari kita sudah paham akan cerita tersebut karena cerita diatas adalah cerita/sirah yang sangat popular yang sering kita dengar. mungkin sebagian dari sahabat adalah pemimpi yang telah menggapai mimpi-mimpinya dimasa lampau, Dan sangat mungkin karena gabungan dari mimpi-mimpi dari sahabat, baik yang masih terlibat dalam bisnis proses di PT Rekayasa Industri atau sahabat yang ikut berjasa dan sudah tidak lagi bersama kita karena sesuatu hal. maka perusahaan ini PT Rekayasa Industri menjadi besar seperti sekarang ini Wallahualam

Apa mimpi PT Rekayasa ? jika Visi Rekind bisa dikatakan mimpi

“ Menjadi perusahaan rancang bangun dan perekayasaan industri kelas dunia “

Maka kita berdoa semoga Perusahaan kita tercinta yang beberapa bulan lagi akan merayakan Miladnya dapat menggapai mimpi tersebut ,dan kita segenap indifidu yang ada didalamnya turut serta menjadi bagian atau mempunyai andil seberapapun besar atau kecilnya andil kita dalam menggapai mimpi itu.

Semoga Allah dapat membalas semua niat dan kerja kita agar bernilai ibadah di sisi Zat yang Maha baik memberikan balasan Wallahualam.

Bagaimana Sahabat ?,

apakah kita masih takut untuk bermimpi ?

sebagai orang tua atau sebagai guru, apakah kita masih takut memberi mimpi ?

 

Alfaqir

 

 
(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Ali .Imran:173-174)

Polls

Joomla! is used for?
 

Who's Online

We have 25 guests online
JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday99
mod_vvisit_counterYesterday178
mod_vvisit_counterThis week99
mod_vvisit_counterLast week1684
mod_vvisit_counterThis month5416
mod_vvisit_counterLast month8779
mod_vvisit_counterAll days224261