Sang Pemimpi
Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam dirinya, aku menyebut namanya pada sisi-Ku
Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih banyak dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan melakukan amal shaleh atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya sehasta.
Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat (lari)”.
(HR. Bukhari: 8/171 dan Muslim: 4/2061 )Sahabat,
"Apa mimpi yang ingin kita raih dalam hidup ini? Apa obsesi yang begitu menyibukkan kita dalam hidup ini?
Sahabat,
coba kita sisihkan waktu kita sebentar untuk menanyakan kepada diri kita tentang apakah obsesi kita kedepan , atau sepulang kerja nanti coba kita tanyakan kepada anak kecil yang ada di rumah apakah cita-cita kamu sayang ? , jika kita kesulitan menjawab apa obsesi kita karena banyak alasan atau ketika anak kecil dirumah dengan lincahnya menjawab ingin jadi Justin Bieber atau Briptu Norman , hemm barang kali ada yang salah dengan kita.
Sahabat,
Masih ingat dengan tokoh Ikal kecil dalam Film Laskar Pelangi yang mendapat kotak kenang-kenangan bergambar Menara Eiffel ( menara terkenal di Paris) dari A Ling tokoh wanita pujaannya , karena gambar itu Ikal kecil bermimpi untuk pergi ke Paris , mimpi itu membuat Ikal kecil termotivasi pergi ke Paris, dan singkat cerita Ikal dewasa dapat pergi Paris untuk melanjutkan study yang didapat dari program beasiswa.
Masih dalam kisah yang sama Laskar Pelangi, namun hal ini tidak ada dalam epesode Filmnya tetapi ada dalam salah satu narasi dalam buku karangan Andre Hirata yang cukup terkenal tersebut, bagaimana seorang guru yang bernama Ibu Muslimah mendapati murid-muridnya yang kelak dia juluki Laskar Pelangi mengeluh disaat hujan sedangkan kelas mereka yang sudah tidak layak di sebut kelas namun seperti kandang kambing dan juga bocor secara manusiawi hal itu menyusahkan mereka dan membuat semangat mereka untuk belajar mengendur, bersama dengan itu ibu guru Muslimah mengambil buku sejarah yang ditulis dalam behasa belanda tetapi telah translate dalam bahasa indonesia, dan dibacakan kepada murid-muridnya, didalam buku itu dikisahkan bagaimana sulitnya Soekarno di penjara yang sempit namun beliau tetap belajar dan setelah itu banyak orang mengenal Soekarno sebagai salah satu orang yang berpengaruh di Indonesia bahkan dunia. Dari kisah ini ibu Muslimah berhasil meyakinkan dan perperan mengeluarkan pola fikir mengeluh menjadi orang-orang yang yakin , percaya diri dan menjadi murid yang sukses kelak , ( dalam kisah buku tersebut).
Sahabat,
Kita semua sadar , kita hidup di jaman fitnah merajalela , kita hidup di jaman yang penuh kelemahan, pengaruh televisi hegemoni youtobe , facebook dan media lainnya yang begitu bertubi-tubi. Wajar bila obsesi serta mimpi kita pun menjadi rendah, bertujuan pendek/instan , hanya ingin menjadi artis atau publik figur lainnya yang tidak lain hanya figur yang lihai dalam sandiwara tangis dan tawa , pandai bersilat lidah dan lain sebagainya. Mungkin kita semua sama dalam hal ini. Sebabnya pastilah banyak, tapi setidaknya ada sebab penting yang harus kita sadari. Salah satunya sangat minim atau tidak adanya "contoh ideal" yang hidup diantara kita. Termasuk contoh dari para orang tua kita diperparah lagi setelah kita menjadi orang tua kitapun memberi contoh yang tidak lebih baik kepada anak-anak kita,
Sangat minim atau tidak adanya figur atau contoh itu, mau tidak mau turut menciptakan lemahnya motivasi kita dan keturunan kita untuk memiliki cita-cita atau keinginan yang tinggi. Seperti yang di alami sekarang ini.
Namun demikian jika kita perhatikan bagaimana kondisi orang-orang yang memiliki mimpi-mimpi besar baik itu orang disekeling kita , tetangga , atasan atau tokoh-tokoh yang kita baca dalam sejarah. Barangkali kondisi mereka bisa mendorong dan menumbangkan penghalang mimpi yang kini sedang mengepung kita dan keturunan kita. Barangkali keadaan mereka bisa mengeluarkan kita dari mimpi kecil menjadi mimpi besar. Barangkali peran-peran mereka bisa menjadikan kita memiliki peran-peran yang lebih luas dari sekarang, seperti kisah kecil dari cerita Laskar Pelangi diatas.
Coba simak juga sirah Hindun binti Utbah Ummu Mu'awiyah bin Abi Sufyan, ibu dari sahabat Rosulullah Muawiyah bin Abi Sufyan.suatu ketika, saat ia berada di Mina bersama puteranya Mu'awiyah yang baru saja tersandung batu dan terjatuh di atas tanah. Hindun berkata pada anaknya, Mu'awiyah, "Bangunlah, bila engkau bisa bangkit maka engkau akan ditinggikan derajatnya oleh Allah." Seorang yang mendengarkan perkataan ini bertanya, "Mengapa engkau mengatakan seperti itu? Hindun menjawab ”Saya yakin bahwa dia (Mu'awiyah) akan memimpin kaumnya. Allah tidak meninggikan kedudukannya kecuali bila ia memimpin bangsa Arab semuanya."
Ini episode kecil tentang bagaimana mimpi besar seorang ibu. Ia ingin anaknya menjadi pemimpin bangsa Arab semuanya. Dan mimpi itulah yang hadir di pelupuk matanya, dan mimpi itulah yang menjadi panduannya sehari-hari dalam mendidik anaknya. Ia terus menanamkan mimpi itu pada anaknya, dan meyakinkannya. Ia kondisikan keadaannya untuk mencapai mimpi itu. Ia beri asupan apa yang bisa membekalinya mewujudkan mimpinya. Hingga akhirnya, Mu'awiyah memang menjadi khalifah pertama dari khilafa daulah umawiyah. Mu'awiyah memimpin bangsa Arab sekaligus umat Islam selama kurang lebih 20 tahun yakni tahun 661 H – 680 H.
Kisah lain tentang ibu dari DR. Ahmed Zewail, yang juga memiliki mimpi besar. Sejak Ahmed masih kecil, sang ibu sudah menuliskan di pintu kamar Ahmad sebuah kalimat "Kamar DR. Ahmed Zewail." Apa yang dituliskannya itu, tak lain merupakan saluran keinginan atau mimpi yang ada dalam diri sang ibu. Dan tampaknya, pesan itu telah sampai dalam diri anaknya. Ahmed Zewail meraih penghargaan Nobel bidang Kimia tahun 1999, dan menjadi salah satu ilmuwan besar dunia. Zewail sendiri mengakui pengaruh motivasi dan mimpi ibunya itu pada dirinya. Tentu bukan hal mudah bagi seorang ibu untuk bisa mewujudkan mimpi besar itu pada Zewail. Karena hari-hari merawat, mendidik dan membesarkan Zewail-lah yang juga menjadi kunci keberhasilan Zewail.

















