Portal Majelis Ta'lim Ulul Albab

Sunday
May 20th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Taujih Pekanan AYAH... Dengarkanlah

AYAH... Dengarkanlah

E-mail Print PDF

AYAH, ketahuilah selama tiga tahun di Play Group,TK A,dan TK B sekolah anak-anak kita minim sentuhan maskulin, karena sebagian besar guru gurunya adalah wanita. Mereka tidak bisa mencontohkan bagaimana menendang bola layaknya David Beckham, atau melempar bola basket seperti Michael Jordan. Pernahkah AYAH menceritakan kepada anak-anak kita tentang keperkasaan Umar Bin Khattab dan Ali Bin Abi Thalib? Pernahkah AYAH menggambarkan bagaimana caranya para Mujahid menaiki kuda perang mereka tanpa terkena tembakan panah dari busur pihak musuh semasa peperangan membela Islam? Atau pernahkah AYAH memperlihatkan kekaguman pada Usammah yang menjadi Pemimpin Besar dalam peperangan di usianya yang amat belia? Berceritalah AYAH…! Karena hanya AYAH yang bisa melakukannya dengan cara Ayah, bukan dengan cara Ibu. Bagaimana mungkin menceritakan keperkasaan dengan suara feminine Ibu. Temuan di lapangan kami menemukan hanya 2.5 % Ayah yang menemani anak-anaknya sebelum tidur. Apakah AYAH termasuk di dalam persentase itu?

AYAH, Allah telah menyiapkan tahapan tidur sedemikian sempurna pada anak-anak kita. Ada tahapan istimewa menjelang anak-anak tidur lelap, itulah yang dinamakan tidur dangkal. Di tahapan itu ayah dianjurkan memberikan pesan-pesan pengantar tidur, baik tentang harapan Ayah terhadap anak-anak kita, do’a yang biasa diucapkan Rasullullah, nasehat – nasehat bijak yang dikutip dari Hadist maupun kisah- kisah para Sahabat, atau sekedar “ make a deal “ jam berapa dan dengan cara seperti apa anak-anak kita mau dibangunkan, agar tidak terjadi kehebohan saat membangunkan anak-anak di pagi hari terutama menjelang sholat subuh.

Ketika AYAH pergi ke kantor, ke luar kota, atau melakukan perjalanan bisnis berjam-jam, selama seharian penuh, “ no call, no sms” ke rumah, ada ribuan “moment “ yang tidak bisa kembali. Ada puluhan mungkin ratusan Golden Opportunity yang Ayah lewatkan,tanpa Ayah sadari. “ Golden Moment “ itu tidak akan pernah kembali, dan AYAH telah kehilangan kesempatan mengisi “Moment” itu dengan cara dan paparan hormon AYAH.

Sesungguhnya anak-anak merindukan AYAH di dalam setiap tahap perkembangannya, karena mereka tidak pernah melihat bagaimana pak Guru kecewa. Mereka tidak melihat bagaimana kalau seorang laki-laki terjatuh. Mereka tidak melihat bagaimana ekspresi seorang laki-laki menahan marah , apakah wajahnya bersemu merah seperti Rasulullah ? Mereka tidak pernah melihat bagaimana seorang laki-laki meneteskan air mata ketika bermuhasabah di tengah malam yang hening…

Semua itu hanya AYAH yang bisa melakukannya, sekali lagi dengan cara dan kata-kata yang khas Ayah dan membuat takjub anak-anak. Ketika Ayah tenggelam dengan kesibukan di kantor, sudahkah AYAH menelpon anak-anak? Hanya 2 atau 3 menit saja dan katakan bahwa Ayah kangen sama Kakak atau sama Adik, karena mereka akan melakukannya nanti pada saat AYAH tua dan merindukan mereka sementara mereka sibuk luar biasa.

Selama ini kita selalu berkata : “ Berbaris yang rapi.” , “ Duduk yang manis .” , “ Itu tidak sopan.” , “ Harus hormat pada orang tua.” , dan sebagainya, yang semuanya berada di tataran “ mind on atau pikiran,berupa konsep, tidak membumi.Bukan Hand On atau perbuatan, contoh perilaku,yang nyata,dan konkrit. Anak- anak memerlukan Role Model atau figur contoh yang bisa dijadikan panutan. Sebaik-baik contoh adalah contoh yang berasal dari orang-orang yang mencintai dan dicintai oleh anak-anak kita, dan itu sekali lagi hanya AYAH yang bisa melakukannya.

Karena itu,kembalilah ke rumah AYAH. Ramaikanlah hiruk pikuk rumah kami dengan suara besarmu. Hangatkanlah tawa canda anak-anak kita dengan rengkuhan tangan kuatmu yang sanggup membawa mereka tergelak saat kalian berguling guling.Warnailah hidup anak-anak dengan sentuhan maskulinmu. Janganlah negeri ini menjadi FATHERLESS COUNTRY ,NEGERI TAK BERAYAH, karena tanpa sadar AYAH telah membuat anak-anak kita yatim secara psikologis sejak dini.

Penulis : Lisna Barqie

sumber : www.langkahkita.com 

 

 
(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Ali .Imran:173-174)

Who's Online

We have 19 guests online
JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday89
mod_vvisit_counterYesterday178
mod_vvisit_counterThis week89
mod_vvisit_counterLast week1684
mod_vvisit_counterThis month5406
mod_vvisit_counterLast month8779
mod_vvisit_counterAll days224251