• Skip to content
  • Skip to main navigation
  • Skip to 1st column
  • Skip to 2nd column

Portal Majelis Ta'lim Ulul Albab

Tuesday
Feb 07th
  • Search
    • Move
    • Close
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang MTUA Rekind
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Program Kerja
  • Sahabat MTUA
    • Pembina
    • Muslimah
    • Pengurus
    • Jamaah
  • Taujih
    • Pekanan
    • Kisah Tauladan
  • Sirah
    • sahabat
    • Hijrah
    • Khalifah
    • Ilmuwan Muslim
  • Laporan
    • Laporan Kegiatan
    • Laporan Keuangan
  • Kisah Para Nabi
    • Nabi
  • Update MTUA
    • Agenda
    • Berita
    • Artikel
  • HUBUNGI KAMI
Home Taujih Pekanan

Pekanan

Ibuku Selalu Memberiku

Wednesday, 22 December 2010 10:28
Ibuku Selalu Memberiku
diambil dari : http://www.dakwatuna.com/   

Ibuku Selalu Memberiku : oleh Ust . Aus Hidayat Nur 

“Dan Kami telah perintahkan kepada manusia (berbuat baik ) kepada kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, dankepadakulah kembalimu.” (Luqman: 14)

Ibu adalah satu kata yang paling berkesan dalam hidup manusia. “Mama”, “Bunda”, “Enyak”, “Emak”, “Ummi” atau apa pun sebutannya, maksudnya tetap merujuk kepada seorang wanita yang melahirkan Kita puluhan tahun yang lalu. Adalah fitrah jika seorang manusia menghormati dan menghormati orang yang berjasa pada dirinya, apalagi mencintai dan menyayangi ibunya karena ibu telah begitu banyak berkorban, memberi dan memberi kepada anak-anaknya… Karena itu, tulisan ini didedikasikan agar setiap pembaca menghayati pengorbanan ibunya dan dapat bersyukur kepada Allah dan kemudian kepada ibu bapaknya. Karena setiap manusia di muka Bumi pasti terlahir dari seorang ibu. Setiap kita pasti pernah mengalami kehidupan dalam sebuah alam yang terhormat dalam perut seorang perempuan selama lebih kurang 9 bulan 10 hari. Alam kandungan merupakan  tempat persinggahan yang kokoh sebelum lahir ke muka Bumi… Dia bernama “rahim”, nama yang sama dengan salah satu nama Allah yaitu “Ar-Rahim” (Yang Maha Penyayang).

Kenanglah Pemberian Ibu

Ibu teramat sangat besar jasanya ba

gi hidup seseorang. Tidak dapat dibandingkan dengan manusia mana  pun. Sungguh keliru jika orang menganggap ada orang lain yang lebih berjasa bagi dirinya selain Ibunya sendiri. Sebelum orang lain melihat Anda lahir sebagai penduduk Dunia, ibulah yang pertama kali merasakan keberadaan Anda dalam tubuhnya. Dialah yang mensuplai Anda makanan, merawat dan memelihara Anda selama dalam kandungan… Saat itu, dalam tubuh ibumu terdapat dua jiwa yang salahsatunya harus dipersiapkan untuk menjadi seorang manusia…  Dalam alam rahim inilah seluruh perasaan cinta dan kasih ibu dicurahkan  terhadap anaknya, dengan perkenan dan idzin Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang…

Mengandung seorang bayi bukanlah menggendong barang yang bisa istirahat di saat yang diinginkan. Sang jabang bayi melekat dengan tubuhnya dan menjadi parasit yang menggerogoti kekuatan Sang Ibu. Dari waktu ke waktu bertambah berat dan menyulitkan.. Sungguh jarang ibu mengeluh, meskipun ada sedikit keluhannya namun dia tetap dalam keadaan bangga dan penerimaan yang tulus terhadap keberadaan Anda di dalam tubuhnya…  Untuk mengapresiasi para ibu, peristiwa ini digambarkan Allah di dalam Al qur-an,

Dan Kami telah perintahkan kepada manusia (berbuat baik ) kepada kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, dankepadakulah kembalimu. (Luqman: 14)

Anda tidak akan dapat membayangkan betapa sakitnya ketika seorang ibu ketika melahirkan seorang bayi..  Apalagi membayangkan ibu Anda sendiri sewaktu melahirkan Anda puluhan tahun yang lalu… Dia bergulat dengan maut, dia mempertaruhkan selembar nyawanya untuk kehadiran Anda sebagai penduduk Dunia… Tidak jarang Ibunda  mengalah, dia harus wafat meninggalkan anaknya yang lahir sebagai bayi.. Kebahagiaan seorang ibu terjadi ketika anak tersebut lahir dengan selamat…, mendengar tangis bayinya untuk pertama kali. Mungkin dia bukan orang pertama yang melihat wujudnya dengan kedua biji mata, namun dapat dipastikan dialah yang paling bahagia saat itu… Dengan wajah penuh peluh, perasaan harap dan cemas dalam keadaan tubuh yang teramat letih dan lelah seolah-olah dia bertanya, “Bagaimana dia suster..?”… Itulah luapan cinta yang tak terhingga..

Read more...
 

Keutamaan Berqurban

Thursday, 21 October 2010 10:55
Keutamaan Berqurban

Oleh Iskandar Zulkarnaen

Telah banyak disebutkan tentang keutamaan ibadah qurban melalui hadits-hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah. Diantaranya adalah:

1. Pengampunan...

Read more...

Demi Allah, Saya Akan Melakukan Shalat 5 Waktu Dimasjid

Thursday, 08 April 2010 14:26
Demi Allah, Saya Akan Melakukan Shalat 5 Waktu Dimasjid

ini adalah sebuah Kisah nyata yang mengharukan.
Jika Allah memberi Anda hidayah, ini dapat mengubah hidup, cara berpikir, dan tujuan utama dalam hidup Anda.
Ini adalah ceri...

Read more...

Aku Mau AYAH Bukan BAPAK !

Wednesday, 31 March 2010 10:51
Aku Mau AYAH Bukan BAPAK !

(Barkali-kali judul ini saya ganti). Saya takut tidak amanah terhadap Marah. Saya khawatir Marah tidak suka dengan judul ini. Tepat pada suatu hari yang lengang, di ujung...

Read more...

AYAH... Dengarkanlah

Tuesday, 30 March 2010 09:19
AYAH... Dengarkanlah

AYAH, ketahuilah selama tiga tahun di Play Group,TK A,dan TK B sekolah anak-anak kita minim sentuhan maskulin, karena sebagian besar guru gurunya adalah wanita. Mereka ti...

Read more...
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 2
(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Ali .Imran:173-174)

Who's Online

We have 91 guests online
JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday152
mod_vvisit_counterYesterday360
mod_vvisit_counterThis week983
mod_vvisit_counterLast week2899
mod_vvisit_counterThis month2772
mod_vvisit_counterLast month10953
mod_vvisit_counterAll days192928
Visitors Counter

Copyright © 2012 Portal Majelis Ta'lim Ulul Albab. All Rights Reserved. Designed by JoomlArt.com.