• Skip to content
  • Skip to main navigation
  • Skip to 1st column
  • Skip to 2nd column

Portal Majelis Ta'lim Ulul Albab

Tuesday
Feb 07th
  • Search
    • Move
    • Close
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang MTUA Rekind
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Program Kerja
  • Sahabat MTUA
    • Pembina
    • Muslimah
    • Pengurus
    • Jamaah
  • Taujih
    • Pekanan
    • Kisah Tauladan
  • Sirah
    • sahabat
    • Hijrah
    • Khalifah
    • Ilmuwan Muslim
  • Laporan
    • Laporan Kegiatan
    • Laporan Keuangan
  • Kisah Para Nabi
    • Nabi
  • Update MTUA
    • Agenda
    • Berita
    • Artikel
  • HUBUNGI KAMI
Home Taujih

Taujih

Pahlawan Itu Ada Di Sekitar Kita

Wednesday, 23 March 2011 16:13
Pahlawan Itu Ada Di Sekitar Kita

Malam itu seorang ibu menunggu suaminya pulang dari kerja. Ibu itu cemas karena sampai jam setengah sepuluh malam suaminya belum juga pulang. Cemasnya bertambah ketika dentang jam dinding menunjukkan pukul sepuluh. Lambat laun kecemasannya berkurang tatkala ia mendengar suara langkah kaki mendekat kearah pintu. Disibakkan segera gorden yang menutupi kaca besar disamping pintu. Tak sabar ingin melihat suaminya pulang. Ternyata benar, suara langkah kaki itu milik suaminya. Dibukanya pintu untuk segera menyambut kepulangan suaminya.

Sesampainya di dalam rumah, suaminya mempersilahkan istrinya duduk seraya ia berkata, “Maafkan saya istriku, saya membuatmu cemas. Tadi saya harus menambah penghasilan kita untuk bersalinmu nanti. Sepulang kerja saya gunakan motor kita untuk menarik ojek di dekat kantor. Lumayan bisa nambah-nambah.” Sambil mengelus-elus perutnya yang buncit menjawab,”Saya khawatir terjadi apa-apa. Sudah jam sepuluh cuma kamu belum pulang juga. Kalau saya tiba-tiba mau melahirkan bagaimana?” Dengan penuh bijak suaminya menenangkan istrinya,”Makanya kita harus berdoa terus kepada Allah agar anak kita bisa lahir dengan selamat. Walau saya tidak ada di samping kamu, insyaallah, jika Dia berkehendak maka kamu dan anak kita akan diselamatkannya.”

Di pagi hari, istrinya mengeluh perutnya sakit. Sepertinya akan melahirkan. Dengan sigap suaminya memanggil taksi untuk membawa istrinya ke rumah bersalin terdekat. Di dalam taksi suaminya terus berdoa. “Ya Allah, jika Engkau berkehendak maka tidak ada satupun makhluk yang dapat menolak kehendak-Mu. Izinkanlah aku meminta pada-Mu Ya Robbi pencipta manusia. Istriku akan melahirkan, buatlah ia tenang dalam perjalanannya menuju rumah bersalin agar kegelisahanku berkurang. Ya Robbi, lancarkanlah persalinannya dan selamatkanlah keduanya. Ya Allah, karuniakanlah hamba anak yang sempurna dan sholeh, yang nantinya dapat membahagiakan kami di dunia dan akhirat.”

Sesampainya di rumah bersalin, dipanggilnya suster jaga untuk segera menolong istrinya yang akan melahirkan. Setelah dibawa ke dalam ruang bersalin oleh suster, suaminya menunggu di luar ruang. Harap cemas menyelimutinya. Gelisah menghampiri saat terdengar suara teriakan istrinya dari dalam ruangan. “Sepertinya proses persalinan sedang berlangsung,” pikirnya seraya ia memanjatkan doa kepada Allah agar Dia berkenan menyelamatkan istri dan anaknya. Ya, suaminya tak pernah lepas dari berdoa. Ia sangat yakin hanya kepada Allah ia memohon pertolongan.

Tak lama terdengarlah suara tangis bayi dari dalam ruang bersalin. Haru menyelimuti sang suami. Tak terasa air mata pun menetes deras. Ia bersimpuh sujud seraya berdoa mengucapkan terima kasih kepada Allah Swt, Sang Khaliq yang telah menyelamatkan anaknya. Mendadak muncul pertanyaan dalam hatinya, bagaimana dengan istrinya. Dilanjutkan sujudnya, kini ia meminta agar diselamatkan istrinya, ibu dari anaknya. Dalam sujudnya ia terkaget dengan suara derit pintu dan seorang wanita yang memanggilnya. Oh ternyata dokter yang menolong istrinya keluar dari ruang sambil berucap, “Selamat ya pak! Anak dan istri bapak selamat. Sekarang bapak bisa melihat ke dalam. Silahkan..”

Mendengar itu, ia langsung saja menerobos masuk ke dalam ruang. Dengan penuh cinta ia langsung menggendong bayinya. Lalu ia pun mengumandangkan azan dan iqomat di telinga kanan dan kiri. Saat azan dan iqomat dikumandangkan air mendadak deras mengalir keluar dari matanya. Rupanya ia tak kuasa menahan tangis haru. Selepas itu tak henti-hentinya ia bersyukur kepada Allah atas karunia dan nikmat yang Allah berikan berupa anak dan keselamatan anak-istrinya.

*****

Read more...
 

Ibuku Selalu Memberiku

Wednesday, 22 December 2010 10:28
Ibuku Selalu Memberiku
diambil dari : http://www.dakwatuna.com/   

Ibuku Selalu Memberiku : oleh Ust . Aus Hidayat Nur  

“ Dan Kami telah perintahkan kepada manusia (berbuat baik ) kepada kedua orang ...

Read more...

Kisah “YU TIMAH”

Tuesday, 09 November 2010 08:23
Kisah “YU TIMAH”

kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir.

Empat kali m...

Read more...

Kisah Qurban bu Sumi

Monday, 08 November 2010 08:42
Kisah Qurban bu Sumi Kisah ini terjadi ± tahun 1995, sudah cukup lama memang,
 namun setiap ingin memasuki I’dul Adha saya selalu
teringat dengan kejadian yang pernah saya alami ini, dan sampai...
Read more...

Keutamaan Berqurban

Thursday, 21 October 2010 10:55
Keutamaan Berqurban

Oleh Iskandar Zulkarnaen

Telah banyak disebutkan tentang keutamaan ibadah qurban melalui hadits-hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah. Diantaranya adalah:

1. Pengampunan...

Read more...

14 Tahun menanti untuk berqurban

Wednesday, 20 October 2010 08:49
14 Tahun menanti untuk berqurban

14 Tahun menanti untuk berqurban

Dadang, 33 tahun, seorang buruh pabrik di Bandung, Jawa Barat. Sebagai buruh pabrik hanya hanya lulusan SLTA, gaji yang diterimanya pun pa...

Read more...

Demi Allah, Saya Akan Melakukan Shalat 5 Waktu Dimasjid

Thursday, 08 April 2010 14:26
Demi Allah, Saya Akan Melakukan Shalat 5 Waktu Dimasjid

ini adalah sebuah Kisah nyata yang mengharukan.
Jika Allah memberi Anda hidayah, ini dapat mengubah hidup, cara berpikir, dan tujuan utama dalam hidup Anda.
Ini adalah ceri...

Read more...

Aku Mau AYAH Bukan BAPAK !

Wednesday, 31 March 2010 10:51
Aku Mau AYAH Bukan BAPAK !

(Barkali-kali judul ini saya ganti). Saya takut tidak amanah terhadap Marah. Saya khawatir Marah tidak suka dengan judul ini. Tepat pada suatu hari yang lengang, di ujung...

Read more...

AYAH... Dengarkanlah

Tuesday, 30 March 2010 09:19
AYAH... Dengarkanlah

AYAH, ketahuilah selama tiga tahun di Play Group,TK A,dan TK B sekolah anak-anak kita minim sentuhan maskulin, karena sebagian besar guru gurunya adalah wanita. Mereka ti...

Read more...
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 2
Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al Insyirah:5-6).

Who's Online

We have 95 guests online
JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday145
mod_vvisit_counterYesterday360
mod_vvisit_counterThis week976
mod_vvisit_counterLast week2899
mod_vvisit_counterThis month2765
mod_vvisit_counterLast month10953
mod_vvisit_counterAll days192921
Visitors Counter

Copyright © 2012 Portal Majelis Ta'lim Ulul Albab. All Rights Reserved. Designed by JoomlArt.com.